Viral Video Bupati Ngamuk Di Klub Malam Makassar, Memukul Penyanyi Perempuan Dan Rusak Alat Musik

Posted on 2019-01-06 17:57



Ulah seorang oknum pejabat menjadi viral di media sosial. Pejabat Bupati dari Papua ini dikabarkan mengamuk di salah satu klub malam di Makassar, Sabtu (5/1/2019) malam. Videonya diambil oleh pengunjung atau karyawan sky lounge Hotel Swiss Bell. Di keterangan media sosial, pria itu dikatakan memaksa band pengiring sky lounge untuk memainkan lagu requestnya. Namun permintaannya belum bisa dipenuhi, ia pun naik ke atas, mengamuk dan memukul pemain band serta merusak sebagian alat musik.

Aksi brutal pria yang mengaku bupati itu kemudian dilerai oleh pengunjung lainnya, termasuk security hotel. Setelah situasi mulai reda, pemain band dan sejumlah karyawan yang terkena pukulan oleh pria yang mengaku bupati itu ramai-ramai ke menuju markas Polsekta Ujung Pandang untuk melaporkan kejadian tersebut. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku pihaknya belum bisa memastikan pelaku keributan di sky lounge Hotel Swiss Bell Makassar yang terletak di Jl Pasar Ikan tersebut. Namun dia membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kasus tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

"Sudah kita periksa sejumlah saksi dan korban terkait keributan itu. Dari keterangan sejumlah saksi, ada seseorang pengunjung live music di Gravity Swiss Bell yang tidak puas karena ada lagu yang dipesan tidak bisa dinyanyikan oleh penyanyi," katanya.

"Pengunjung ini marah-marah dengan memukul penyanyi perempuan dan pemain keyboard. Setelah itu, pelaku melarikan diri. Penyanyi melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke Polsek Unjung Pandang. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut."

Loading...

Dicky meminta semua pihak tetap tenang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, identitas pelaku belum diketahui dan masih diselidiki oleh aparat kepolisian.

"Kita belum tahu status pengunjung yang ngamuk tadi malam di Swiss Bell. Kita tunggu hasil lidik polsek Ujung Pandang. Tolong semua pihak menjunjung asas praduga tak bersalah. Kalau sudah jelas siapa pelakunya, akan kita release," tambahnya.




Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-03-03 18:13