Rekaman Aksi Bocah Cilik Lari Estafet Salah Arah Jadi Viral, Ternyata Ada Kisah Haru Di Balik Aksinya

Posted on 2019-05-02 18:20



Sebuah video lomba lari estafet anak viral di media sosial. Video tersebut viral karena salah seorang pesertanya berlari melawan arah dari jalur perlombaan. Awalnya peserta lomba lari estafet anak ini dibagi jadi tiga tim berdasarkan warna kausnya. Biru, merah dan kuning.

Setelah peserta dari masing-masing tim berlari satu putaran, ia harus memberikan tongkat estafet ke rekan setimnya untuk melanjutkan perlombaan. Namun salah seorang anak yang menerima tongkat estafet dari temannya malah melanjutkan lari dengan arah yang berlawanan dari jalur lari.

Para panitia pun tampak berusaha mengejar bocah kaus merah ini untuk memperingatkan bahwa ia salah arah. Namun upaya panitia tampak gagal karena bocah perempuan tersebut berlari cukup kencang.

Dikutip dari mStar, bocah perempuan tersebut adalah Aishah, murid tahun satu Sekolah Kebangsaan (SK) Pos Kuala Mu, Sungai Siput, Perak, Malaysia. Megat Asrul Megat Mohamed Yusof, guru Aishah mengatakan, bocah tersebut sebenarnya tidak terlibat dalam lomba lari 4X50 meter itu. Aishah dengan suka rela mengikuti lomba lari estafet tersebut untuk menggantikan temannya yang sakit. 

Loading...

"Namanya sebenarnya tidak ada dalam daftar untuk acara tersebut. Dia menggantikan temannya yang demam dan tidak datang ke sekolah," ujarnya.

Soal Aishah salah arah saat lomba lari, diduga ia kebingungan karena ia baru bergabung dalam kegiatan olahraga sekolah.

"Aishah baru pertama bergabung dalam kegiatan olahraga sekolah, kemudian ia kan baru menggantikan temannya jadi mungkin kebingungan," ujarnya kepada mStar.

Megat Asrul pun tak menduga jika Aishah akan bertindak sedemikian rupa. Sementara itu sosok pria yang mengejar Aishah berlari, Mohd Rassidee Mohd Rasid, guru di Sekolah Kebangsaan (SK) Pos Perwor, Sungai Siput, Perak, Malaysia mengatakan, Aishah sangat semangat mengikuti lomba.

"Bocah itu lari kencang penuh semangat dengan mimik muka serius, saya kejar sampai tengah lapangan baru tertangkap. jika tak salah arah dia pasti menang," tutur Rasid.

"Ketika saya memegangnya, saya menjelaskan kepadanya apa yang dia lakukan salah, tetapi dia tidak tahu bahwa dia berlari ke arah yang salah," katanya.

Menurut Mohd Rassidee, peristiwa seperti itu bukanlah hal baru tetapi umum di sekolah-sekolah pedesaan.

"Jadi kami tidak kaget karena itu biasa karena masalah komunikasi. Pasalnya bahasa utama di wilayah itu adalah bahasa Temiar, bukan Melayu," ungkapnya.

Meskipun kalah, Aishah tetap mendapat hadiah karena pesertanya hanya tiga. Aishah dan teman-temannya mendapat hadiah sebagai urutan nomor tiga. Videonya bisa dicek di sini




Loading...




Cerita Unik Lainnya