Petinju Pelatnas Asian Games 2018 Meninggal Akibat Kanker, Valentinus : Maaf Mbak Aku Sudah Ga Kuat

Posted on 2018-08-03 16:11



Atlet tinju, Valentinus Nahak akhirnya meninggal dunia di usia yang sangat muda. Ia meninggal usai berjuang keras melawan penyakit kanker getah bening yang dideritanya. Perjuangannya untuk menorehkan prestasi untuk Indonesia dan Bali akhirnya harus kandas di tengah jalan.

Valentinus menghembuskan napas terakhirnya di RUSP Sanglah, Denpasar, Kamis (2/8/2018) malam, setelah bergelut dengan kanker kelenjar getah bening.

"Maaf, Mbak. Aku sudah gak kuat," ucap Valentinus kepada kakak iparnya, Rini Mulyani (27), sembari meminta keningnya dicium.

Itulah momen terakhir yang terkenang oleh Rini. Rini mengaku tidak menyangka adik iparnya tercinta harus berpulang secepat itu.

Loading...

Padahal, ia sempat menarik napas lega karena kondisi Valen sempat membaik.

Dikisahkan Rini, kondisi Valen mulai membaik pada Rabu (1/8/2018) dan langsung dipindahkan ke ruang Angsoka 2 untuk persiapan menjalani kemoterapi.

Namun, pada Kamis (2/8/2018) pagi, kondisi Valen tiba-tiba memburuk.

"Jantungnya sempat melemah pagi itu. Akhirnya setelah diperiksa, tim dokter membatalkan kemoterapi. Dan gak tahunya, Valen udah gak ada malamnya," kisahnya saat ditemui di Kamar Jenazah Instalasi Forensik RSUP Sanglah, kemarin.

Seperti diketahui, genap enam hari sudah Valen tergolek lemah menjalani rawat inap di RSUP Sanglah, Denpasar.

Berdasarkan hasil biopsi, Valen didiagnosis mengidap tumor kelenjar getah bening stadium lanjut.

Dokter spesialis penyakit dalam yang menangani, dr. I Wayan Losen Adnyana Sp-PD (K), mengatakan kemoterapi harus dilakukan sesegera mungkin. Pasalnya, satu-satunya alternatif tindakan medis untuk mengobati Valen hanya lewat tindakan kemoterapi. Namun karena memang kondisi karnopski pasien hanya berkisar di angka 30-40, maka kemoterapi pun urung dilakukan.

"Dalam kondisi itu, artinya, pasien harus lebih banyak di tempat tidur. Kita tidak mungkin berikan kemo. Harus menunggu hingga kondisinya lebih fit," ungkapnya belum lama ini.

Dari pantauan, suasana duka pun menyelimuti pelataran kamar jenazah RSUP Sanglah, tadi malam. Gelombang pelayat, kolega dan keluarga mulai terus berdatangan hingga malam petang. Jenazah langsung dimandikan karena rencana akan langsung dipulangkan menuju kampung halaman di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang dihimpun, jenazah akan dikirim pada Jumat (3/7) pagi ini. Rini yang tampak paling terpukul ini merasa bertanggung jawab atas hidup Valen selama di Bali.

Ia mengungkapkan bahwa ia dan Julio Brio –kakak Valen– yang merekomendasikan Valen untuk menjadi atlet tinju. Julio Brio juga merupakan atlet tinju Bali dan Indonesia.

"Saya dan Julio yang bawa dia ke sini. Sebenarnya dia itu ingin jadi pemain bola, gak mau jadi atlet tinju," kenangnya.

 




Loading...




Cerita Unik Lainnya