Penyebab Payudara Kamu Terasa Nyeri

Posted on 2016-04-20 14:25



 

NYERI payudara adalah hal biasa pada wanita dan mereka mungkin merasakan gejala yang berbeda. Beberapa payudara wanita terasa nyeri ketika sedang haid, sementara yang lain merasa nyeri pada keseluruhan siklus.

Wanita yang lebih tua mungkin mengalami nyeri payudara setelah menopause dan dapat digambarkan sebagai nyeri lokal. Terkadang menjadi rasa sakit seperti terbakar, meskipun beberapa wanita merasakan sesak napas. Meskipun kebanyakan kasus tidak terkait kanker, orang harus berkonsultasi dengan dokter ketika gejalanya berterusan, terutama pada wanita postmenopause.

 

Nyeri Siklis—adalah jenis yang paling umum dialami oleh wanita, biasanya terasa di kedua payudara. Nyeri siklis seringkali rutin dialami setiap bulan sebelum atau selama periode haid dan akan mereda atau menghilang setelah periode haid selesai. Umumnya, nyeri payudara ini terasa sampai ke ketiak dan lengan atas.

Loading...
 
 
Nyeri Nonsiklis—adalah jenis yang umum dialami oleh wanita berusia 30-50 tahun. Rasa nyeri nonsiklis secara umum dideskripsikan sebagai nyeri tertusuk dan terbakar yang mungkin dirasakan hanya di satu payudara.

Rasa nyeri yang biasa dikeluhkan adalah sakit yang menusuk atau terasa kencang pada payudara. Nyeri semacam ini biasanya terasa hanya beberapa hari misalnya sebelum atau selama haid, selama satu minggu atau lebih dalam satu bulan.

Ada beberapa penyebab yang umumnya memicu nyeri pada payudara, di antaranya:

Siklus menstruasi.

 

Umumnya nyeri pada payudara terkait siklus menstruasi dirasakan tiga hari sebelum menstruasi dan akan membaik setelah menstruasi selesai, meski intensitas rasa nyeri dapat beragam tiap bulannya. Nyeri jenis ini disebut nyeri payudara siklik.

 

Mastitis

 

Umumnya mastitis dialami wanita menyusui yang menyebabkan payudara terasa sakit dan bengkak akibat peradangan.

 

Benjolan pada payudara.

 

Benjolan payudara yang bersifat jinak (non- kanker) dapat timbul sehingga memicu rasa nyeri.

 

Abses pada payudara.

 

Yaitu terbentuknya kumpulan nanah di dalam payudara.

 

Cedera bagian tubuh lain

 

Nyeri pada payudara dapat diakibatkan oleh cedera dari bagian tubuh lain seperti cedera otot di sekitar dada.

 

Obat-obatan

 

Beberapa jenis obat antijamur, antidepresan atau antipsikotik kemungkinan menyebabkan rasa sakit.

 

Ukuran payudara.

 

Wanita dengan ukuran payudara besar mungkin mengalami nyeri pada payudara, dan nyeri bisa sampai ke leher, bahu dan punggung.

 

Ketidakseimbangan asam lemak.

 

Kemungkinan dapat memengaruhi sensitivitas jaringan payudara hingga sirkulasi hormon.

 

Operasi payudara.

 

Rasa nyeri setelah operasi payudara dapat dirasakan lebih lama pada sebagian wanita.

Nyeri di payudara tidak selalu merupakan indikasi kanker payudara. Bagi kebanyakan wanita, rasa nyeri di payudara biasanya akan mereda dan menghilang dengan sendirinya sehingga pengobatan tidak diperlukan.

Cara Mengatasi

Sekitar 30 persen wanita mengalami perbaikan nyeri payudara siklik setelah tiga siklus haid dan tanpa pengobatan apapun. Tapi memang, nyeri ini bisa kambuh kembali.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa nyeri pada payudara tanpa obat-obatan, antara lain menggunakan bra yang sesuai, mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, mengurangi asupan kafein dan berhenti merokok. Anda juga dapat menggunakan kompres air hangat ataupun dingin.

Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi parasetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk membantu meringankan nyeri. Namun, bagi wanita di bawah usia 20 tahun, sebaiknya hindari konsumsi aspirin karena dapat meningkatkan risiko Reye’s syndrome. Ketika mengonsumsi obat, perhatikan label kemasan untuk dosis dan cara penggunaannya.

Jika Anda tengah hamil atau sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan .

Nyeri pada payudara yang parah atau berlangsung terus menerus hingga lebih dari tiga minggu, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Nyeri pada payudara merupakan hal yang wajar terjadi, terutama menjelang siklus menstruasi. Namun, waspadai rasa sakit yang diiringi dengan gejala lain ataupun berlangsung lama. Segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.


Loading...




Cerita Unik Lainnya