Para Siswi SMA Pengeroyok Audrey Tak Menyesal, Malah Selfie Dan Kecam Netizen : Sok Suci

Posted on 2019-04-10 14:59



Siswi SMP berusia 14 tahun menjadi korban pengeroyokan 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Orangtua korban melaporkan ke Polsek Pontianak Selatan pada Jumat, (05/04/2019). Siswi SMP yang dikenal dengan nama Audrey mengalami penganiayaan oleh sekelompok siswi SMA pada Jumat (29/3/2019), di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya, Pontianak.

Diduga kepala korban dibenturkan ke aspal, rambutnya dijambak, disiram air dan diinjak di bagian perut juga mukanya ditendang. Para pelaku pengeroyokan itu juga diduga dengan tega melukai alat vital korban.

Setelah kasus ini viral, beredar foto serta video para terduga pelaku. Beredar video yang menunjukkan para pelaku yang tidak menyesal ketika di kantor polisi, malah asyik selfie. Salah satu pelaku berinisial F juga memposting pesan di Instagram story.

Loading...

F menulis di Instagram Story-nya bahwa masyarakat tidak tahu menahu mengenai permasalahan yang sebenarnya. F juga mengatakan jika para netizen "sok suci". Selain itu, F juga menuding media-media yang memberitakan kasus Audrey. F menulis jika media justru melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.

Penganiayaan Audrey oleh 12 siswa SMA tersebut menjadi viral dengan tagar #JusticeforAudrey. Masyarakat Indonesia pun ramai-ramai mengikuti petisi #JusticeForAudrey di salah satu website petisi online terkenal yaitu Change.org. Sudah jutaan warganet telah menandatangani petisi ini.

Petisi ini bertujuan demi keadilan untuk Audrey dan mendesak pemerintah setempat maupun di Indonesia untuk melakukan dan memberikan keadilan bagi korban.

Kondisi Korban

Seorang keluarga mengatakan korban sekarang semakin depresi, tertekan dan trauma. Bahkan korban yang mengidap penyakit asma ini juga kerap mengigau seolah-olah masih dalam penganiayaan, akibat tingkat trauma yang tinggi.

Keluarga bersikukuh akan tetap melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku. Keluarga korban juga menolak upaya mediasi yang ingin dilakukan oleh para oknum.

"Saya maafkan dia, anak-anaknya. Tapi untuk proses hukum harus berlanjut," ujar keluarga korban.




Loading...




Cerita Unik Lainnya