Misteri Kematian Sepasang Kekasih Di Kamar Hotel, Tewas Tanp Busana, Kepala Nyaris Hancur, Surat Untuk Ibu Jadi Bukti

Posted on 2019-01-08 18:51



Peristiwa pembunuhan tragis terjadi di Sumatera Utara. Sepasang kekasih ditemukan dalam keadaan tewas secara mengerikan. Keduanya ditemukan di dalam kamar hotel tempat mereka menginap. Korban yakni Hasyim Prasetya (33) dan kekasihnya bernama Devi Istiana (23). Keduanya tewas dengan luka tembak.

Perihal tewasnya sepasang kekasih ini belakangan mulai terkuak dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Terlebih, secarik surat dari korban untuk sang ibu diduga sebagai pertanda sebelum korban ditemukan meninggal dunia bersama kekasihnya.

Jasad keduanya ditemukan pada Senin (7/1/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di salah satu kamar hotel yang berlokasi di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan. 

Sepasang kekasih ini awalnya melakukan cek-in di Hotel Central pada hari Minggu (6/1/2019) sekitar pukul 10.16 WIB dan Kasir atasnama Budianto (34) menerima tamu untuk sewa kamar C12 atasnama Hasyim Prasetya.

Loading...

Kemudian, keesokan harinya yakni Senin (7/1/2019) sekitar pukul 12.00 WIB Sekuriti atas nama Fahmi Nurmawan (26) mengetuk pintu kamar hotel yang disewa oleh korban. Kedatangan security hotel untuk memberitahukan abahwa jam sewa kamar telah habis dan bermaksud menanyakan apakah akan nyambung atau check out.

Namun, saat pintu kamar diketuk petugas tidak ada jawaban dari dalam kamar. Kemudian, pihak hotel pun mengambil kunci cadangan untuk memastikan kondisi di dalam kamar hotel.

Saat pintu kamar dibuka, para pegawai pun terkejut melihat kedua korban bersimbah darah dan sudah dalam keadaannya meninggal dunia. Pada saat ditemukan, posisi tubuh Hasyim Prasetya berada di lantai dengan posisi terlungkup dalam keadaan tanpa busana serta kepala berdarah.

Sedangkan mayat Devi Istiana ditemukan dalam keadaan hanya menggunakan bra dan celana dalam dibawah pantat. Keadaan posisi kaki bertekuk dilantai dalam posisi berlutut menghadap tempat tidur, kemudian posisi badan jatuh diatas tempat tidur dalam keadaan terlungkup bersimbah darah pada bagian kepala.

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu mengatakan bahwa secara garis besar, satu diantara keduanya meninggal di hotel itu adalah pelaku penembakan.

"Salah satu korban yang meninggal di hotel adalah pelaku. Ini berdasarkan fakta ya nggak asumsi," kata Faisal, Selasa (8/1/2019).

"Kami ingin memberikan informasi sampai ke masyarakat dengan benar. Agar tidak simpang siur," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hasil kesimpulan olah TKP seperti itu dan Labfor Polda Sumut juga turun kemarin dan telah dikuatkan dengan hasil labfor. Bahwa salah satu korban yang meninggal dunia itu merupakan pelaku.

Kedua korban diketahui meninggal akibat luka tembakan dan hanya ada satu selongsong peluru yang ditemukan di TKP, Faisal menuturkan bahwa selongsong yang ditemukan ada dua bukan satu.

"Jadi selongsong ada dua, satu tertinggal di senjata api dan satu ditemukan di atas meja," ungkap Faisal.

Masih kata Faisal, soal motif dari keterangan saksi, memang kedua korban ini sempat tunangan.

"Informasi dari saksi ya, dari pihak keluarga, ada rencana yang perempuan mau menikah dengan lelaki lain (cemburu) Seperti itu," ujarnya.

Terkait penyebab kematian Hasyim menurut Faisal akibat bunuh diri menggunakan senjata rakitan. Tak hanya itu, surat terakhir korban untuk ibunya menjadi salah satu bukti kuat bagi polisi mengungkap penyebab kematian korban.

"Bunuh diri nanti petunjuk-petunjuknya banyak. Termasuk ada surat laki-laki itu ke ibunya. Itu salah satu yang menguatkan. Seperti pesan terakhir anak kepada ibunya untuk berpamitan," jelas Faisal.

Di lokasi kejadian petugas menemukan barang bukti di antaranya 1 pucuk senjata api rakitan, 1 butir selongsong, 1 bungkus obat kuat, 2 unit HP, 1 unit HP berada dimeja dan 1 unit HP berada dilantai dibawah kaki korban.

Kemudian tas sandang kain warna cream kehijauan, 1 buah kunci sepeda motor, pakaian korban, 1 buah KTP ditemukan didalam dompet atasnama Hasyim Prasetya dan 1 unit sepeda motor Honda Merk Scoopy warna hitam dengan Nopol BK 5715 VBE dan 1 unit sepeda meter Yamaha Merk Mio warna hitam dengan Nopol : BK 2200 OV.

Kepala Korban Hancur

Petugas Rumah Sakit Djadamen Saragih telah melakukan uji forensik terhadap mayat sepasang kekasih yang ditemukan tewas dikamar hotel. Dokter Forensik RS Djasamen Saragih dr Reinhard Hutahaean mengungkapkan dua kepala mayat sepasang kekasih ini dalam keadaan hancur. Seperti, sisi sebelah kiri kepala Devi Setiani dan bagian depan kepala Hasyim Prasetya.

"Kalau perempuan di sisi kepala sebelah kiri. Laki-laki di kepala bagian depan. Semua hancur kepalanya,"ujarnya saat ditemui di RS Djasamen Saragih, Selasa (8/1/2019).

dr Reinhard tidak ingin mengungkapkan jarak tembak yang dilakukan sepasang kekasih ini. Reinhard hanya mengatakan jarak tembak untuk jarak jauh di atas 50-70 cm. Sementara, untuk jarak dekat di bawah 50 cm.

Saat disinggung dengan keadaan kepala korban yang hancur sehingga diduga dengan tembakan jarak dekat, Reinhard hanya tertawa.

"Kalau jam kematian di bawah 24 jam ketika diserahkan ke sini. Minggu malamlah. Sekitar jam menuju subuh,"ujarnya.

Sepasang kekasih yang tewas dalam keadaan tidak mengenakan pakaian ini belum mendapatkan jawaban pasti apakah bercinta sebelum bunuh diri. Namun, Reinhard mengungkapkan kelamin Devi Setiani dalam keadaan basah. Katanya, seperti ada lendir yang berada di sekitar kelamin Devi.

"Apakah ada tanda-tanda persetubuhan, saya tak bisa jawab. Dia ada lendir di situ. Kemaluan agak basah. Kelembaban bisa karena sperma atau karena keputihan masih kita amati,"ujarnya seraya memastikan Devi tidak dalam keadaan hamil.

"Secara penglihatan mata dalam keraguan dia tidak hamil. Namun, ada lendir itu ditemukan dalam rahim, warna putih,"tambahnya.

Status Facebook

Dalam status facebook Hasyim Prasetya terungkap kalau apa yang dilakukannya merupakan pembuktian atas kesungguhan cintanya terhadap Devi. 

"Ketika semua mngetahui apa yang terjadi mungkin kalian menanggap aku adalah orang paling bodoh dan tolol yang pernah anda kenal," tulisnya dalam akun pribadinya.

"Aq tau dunia tak selebar daun kelor. Yang aku lakukan ini adalah pembuktian suatu perjuangan mempertahankan dan kesungguhan," tambahnya lagi.




Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-04-23 18:15