Mendapat Karma, Kini Giliran Budaya Malaysia Yang Diklaim Oleh Singapura

Posted on 2018-09-01 16:36



Beberapa kali, Malaysia melakukan klaim pada budaya milik Indonesia. Soal klaim mengklaim, Malaysia berada di posisi terdepan. Malaysia pernah mengklaim Reog Ponorogo, Tari Pendet, lagu Rasa Sayange, yang mana merupakan budaya asli Indonesia. Namun kini Malaysia kena batunya, giliran Singapura yang bersitegang dengan Malaysia soal klaim warisan budaya.

Singapura berusaha mendapatkan pengakuan ke PBB bahwasanya jajanan jalanan kaki lima merupakan kebudayaan mereka. Hal ini didasari atas banyaknya penjual jajanan kaki lima yang berjualan berbagai macam makanan di negaranya yang berwilayah seuprit itu.

Bahkan PM Singapura Lee Hsien Loong sampai mendaftarkan jajanan jalanan kaki lima yang di sana dinamai 'Hawkers' ke UNESCO sebagai identitas negaranya. Ia berharap budaya street food sah menjadi milik Singapura.

Malaysia kemudian mencak-mencak akibat klaim Singapura tersebut. Pihak Malaysia mengaku bahwa jajanan kaki lima berasal dari Malaysia karena di negaranya lebih beraneka ragam makanannya. Salah seorang koki selebriti Malaysia Redzuawan Ismail atau Chef Wan mengatakan, upaya Singapura ini tidak masuk akal.

Loading...

"Jika Anda berbicara soal makanan jalanan, bukan hanya Singapura yang memiliki budaya ini. Mengapa Anda menginginkan paten UNESCO? Apa istimewanya?" kata Chef Wan.

Penegasan berlanjut, seorang chef lagi asal Malaysia, Ismail Ahmad bersikukuh jika negaranya adalah surga makanan jalanan. Ia berpendapat justru Malaysia lah yang seharusnya mendapat pengakuan tersebut.

"Bahkan warga Singapura datang ke Malaysia untuk menikmati makanan jalanan kami," ujar Ismail.

Namun amarah warga Malaysia tak digubris Singapura. Pemerintah Singapura menganggap ini bukan sekedar makanan, namun menyangkut warisan dan identitas negara Singapura.

"Ini tentang warisan budaya makanan jalanan yang mengikat masyarakat dan didukung pemerintah serta industri. Semua ini tentang komunitas," ujar kritikus makanan KF Seetoh.

Kedua negara memiliki hubungan kurang mesra sejak Singapura memerdekakan diri dari Malaysia pada 1965 dan masalah makanan jalanan ini semakin memanaskan situasi. Bersyukurlah kita sebagai rakyat Indonesia yang mempunyai berjibun kebudayaan sebagai kekayaan nasional karena identitas suatu bangsa/negara amat bernilai mahal.




Loading...




Cerita Unik Lainnya