Mana yang Lebih Berbahaya, Gigitan Kucing atau Anjing?

Posted on 2016-03-30 08:29



 

 

Kucing atau anjing merupakan hewan yang umumnya terlihat jinak. Namun, tahukah Anda bahwa mereka juga bisa menyerang, misalnya dengan mengigit Anda? Lalu, gigitan kucing atau anjing yang lebih berbahaya?

 

Loading...

Kucing atau anjing merupakan hewan yang paling sering dijadikan hewan favorit untuk dipelihara oleh banyak orang, mungkin termasuk Anda salah satunya.

Tingkah laku dan rupanya yang lucu, serta banyaknya variasi jenis kucing ataupun anjing membuat manusia sangat menggemari kedua hewan ini.

Manusia memelihara kucing dan anjing dengan berbagai alasan. Sebagian orang memelihara kucing atau anjing hanya untuk kesenangan dan teman bermain, sementara orang lainnya memilihara kucing atau anjing ini untuk melindungi rumah dari tikus ataupun pencuri.

Kucing dan anjing secara alami termasuk ke dalam jenis hewan karnivor, atau hewan pemakan daging. Secara naluriah, kucing dan anjing merupakan predator sehingga walaupun terlihat jinak, pada saat-saat tertentu insting menyerang dapat muncul kembali pada kedua hewan ini.

Insting menyerang biasanya muncul saat kucing dan anjing dalam keadaan terancam ataupun tertekan. Sering kita jumpai di sekitar kita manusia menjadi korban gigitan kucing ataupun anjing, baik digigit oleh kucing atau anjing peliharaan, maupun kucing atau anjing liar.

Salah satu penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa luka gigitan hewan terbanyak adalah gigitan anjing, yakni sebesar 80-90%, dan diikuti oleh gigitan kucing, yakni sebesar 5-15%.

Gigitan kucing dan anjing ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang paling sering terjadi akibat gigitan kedua hewan ini adalah infeksi. Pasalnya, rongga mulut kucing dan anjing memang secara kasat mata tampak bersih, namun sebenarya mengandung bayak sekali jenis kuman.

Rabies merupakan salah satu jenis penyakit akibat gigitan kucing atau anjing yang paling terkenal. Namun demikian, sebenarnya banyak lagi jenis kuman yang terdapat di dalam rongga mulut kucing dan anjing yang berpotensi menyebabkan luka infeksi.

Lantas, luka gigitan karena kucing ataukah luka gigitan karena anjing yang lebih berpotensi menimbulkan infeksi?

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa gigitan kucing dinilai lebih berpotensi menyebabkan infeksi dibandingkan dengan luka gigitan anjing. Bahkan, salah satu penelitian di Polandia menyebutkan bahwa gigitan kucing berisiko infeksi dua kali lipat dibandingkan dengan luka gigitan anjing.

Mengapa gigitan kucing lebih berisiko ketimbang luka gigitan anjing?

Hal ini diduga kerena luka gigitan kucing lebih cenderung menyebabkan luka dengan tusukan yang dalam. Namun demikan, bukan berarti gigitan anjing tidak berbahaya. Pasalnya, pada rongga mulut anjing terdapat jenis kuman berbahaya, yaitu bakteri C. Canimorsus, yang dapat menyebabkan infeksi pada darah, terutama jika anjing tersebut menggigit manusia yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Oleh karena itu, baik gigitan kucing maupun gigitan anjing harus sebisa mungkin dihindari.

Luka gigitan kucing dan anjing memang sangat berbahaya. Oleh karena itu, jika Anda tergigit kucing ataupun anjing segera bersihkan dan cuci luka tersebut dengan air mengalir. Kemudian, segera kunjungi dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan membersihan kembali luka gigitan yang terjadi di tubuh Anda tersebut, menutup luka, dan memberikan obat antibiotik. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan, atau bahkah mencegah terjadinya infeksi karena gigitan anjing atau kucing yang mengenai tubuh Anda. Selain itu, dokter juga akan memberikan suntikan antirabies jika dirasa perlu. Di samping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan vaksinasi terhadap kucing ataupun anjing yang menjadi hewan peliharaan Anda.


Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-04-28 00:33