Kronologi Pendeta Cantik Diikat, Diseret Dan Dirudapaksa, Disaksikan Bocah Perempuan 11 Tahun

Posted on 2019-03-27 14:08



Melindawati Zidoni (24) atau Melinda Zidemi, calon pendeta cantik, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di semak-semak perkebunan kelapa sawit PT PSM Divisi 3 Block F 19 dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Air Sugihan OKI, Selasa (26/3). Dia diikat dan diduga diperkosa sebelum dibunuh dua pelaku tak dikenal.

Kasus ini segera terungkap berkat informasi dari NT (11), seorang bocah perempuan yang ikut dibekap oleh pelaku. NT berhasil melepaskan ikatan tangan dan kaki lantas melaporkan peristiwa itu kepada warga. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan dugaan pelaku mengira NT sudah meninggal.

"Di luar dugaan pelaku bahwa korban NT yang selamat ini, yang kini jadi saksi, bisa melepaskan diri dan kabur," ungkapnya.

"Saat ini korban sudah kami amankan, kami rawat sampai pulih dan kami mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

Loading...

Masih kata Supriadi kondosi psikis NT mengalami trauma.

"Terdapat luka di punggung diduga karena diseret menuju tempat semak-semak dan ada dua TKP," katanya.

Supriadi mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. "Kalau dilihat, diduga korban ini kenal dengan pelaku. Makanya, pelaku ini menggunakan tutup wajah agar tidak diketahui korban," ujarnya.

Supriadi menerangkan kronologi kejadian. Pada Senin (25/3), Melindawati dan NT berangkat dari Divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00.

Usai belanja sayuran, keduanya lantas pulang menuju Camp Di Divisi 4. Namun di perjalanan laju motor terhalang batang kayu balok yang memblokir jalan. Melida menyetop motor. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku menghapirinya.

"Pelakunya memiliki ciri ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 Cm, menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah. Diduga kain sarung warna hitam sebagai penutup wajah," ujar Supriadi.

Melinda dan NT langsung diseret pelaku ke dalam kebun sawit. Korban sempat dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

NT pingsan, lantas dibuang ke semak-semak di areal perkebunan sawit. Pelaku mengira dia meninggal. Sedangkan korban Melinda dicekik hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang dari lokasi pembunuhan dengan jarak lebih kurang 100 meter dari tempat dicegat.

"Diduga korban Melindawati Zidoni diduga sebelum dibunuh terlebih dahulu diperkosa. Untuk saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Supriadi.

Kepala Desa Air Sugihan, Asmadi alias Giok, mengatakan, warga mengetahui kasus itu berdasarkan laporan dari NT. Selepas pingsan, NT siuman dan langsung ke kampung menuju mes teman Melinda sekira pukul 23.00. Dia menceritakan peristiwa yang dialami bersama Melinda.

Karyawan PSM langsung bergegas mencari korban sampai ditemukan, Selasa (26/3) pukul 05.00, dalam kondisi mengenaskan. Kedua kaki dan tangan terikat, celana dalam sudah terlepas di samping korban dan ditutupi dengan kain serta jaket.

"Korban sudah 1,5 tahun mengabdi menjadi pendeta di desa tersebut, dia dikenal baik dan ramah oleh tetangga sekitar."

"Hanya saja saya tidak begitu mengenal korban karena selama ini tidak pernah melaporkan diri," kata Asmadi.

Setelah jasad ditemukan Asmadi melapor ke Polsek Air Sugihan pukul 07.00. Polisi datang ke lokasi dan membawa jasad korban ke Klinik OKI Pupl and Paper Mills. Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Air Sugihan Ipda Bakti mengatakan, saksi kunci kasus ini masih diamankan untuk menggali keterangan lebih dalam.

"Untuk pengembangan kasus pembunuhan ini masih dalam pengumpulan data saksi-saksi dan dengan siapa mereka berkomunikasi sebelum hilangnya korban," kata Kapolsek ketika dihubungi melalui telepon.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, jenazah Melinda minimal akan divisum agar bisa diketahui apakah memang benar korban sebelum dibunuh terlebih dahulu diperkosa. Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak mengenakan busana. Dari itulah, harus dikuatkan dengan dilakukan visum bila sebelum dibunuh korban diperkosa terlebih dahulu.

"Untuk kondisi Nita, anak yang bersama korban saat ini masih syok. Dari korban Nita inilah bisa mengetahui kejadian pembunuhan terhadap Melindawati," ujarnya.

Semalam jenazah Melinda Zidemi masih berada di RS Bhayangkara Palembang. Peti jenazah Melinda Zidemi pun telah disiapkan.

Rencananya setelah diotopsi jenazah Melinda akan dibawa ke gereja GKII di Sekojo Palembang. Setelah itu jenazah dipulangkan ke rumah duka di Nias Sumatera Utara.




Loading...




Cerita Unik Lainnya