Jadi Saksi Korban Pembunuhan Sekeluarga Di Bekasi, Anjing Milik Korban Menangis Terus Ogah Makan

Posted on 2018-11-16 19:18



Satu keluarga dibunuh dengan keji di Bekasi, pasangan suami istri beserta dua anak mereka yang masih kecil. Korban bernama Diperum Nainggolan (38), sang istri Maya Boru Ambarita, dua anak mereka, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). Pembunuhan tersebut terungkap pada Selasa (13/11/2109) lalu.

Seekor anjing kecil berbulu coklat yang sering dipanggil Brown milik satu keluarga yang dibunuh di Bekasi, bisa berpotensi menjadi saksi sehingga harus dilindungi. Hal tersebut diungkapkan Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel, Rabu (14/11/2018). Kondisi anjing tersebut selalu dirantai karena jika tidak, ia akan kabur atau lepas. Warga mengatakan 'Brown' sempat menyalak berulang kali, diduga itu merupakan waktu kejadian pembunuhan.

"Warga itu mengatakan anjing sempat menyalak nyaring berulang kali pada jam yang diperkirakan sebagai waktu kejadian tragis itu," ucap Reza.

"Apakah anjing itu berpotensi menjadi saksi dalam proses hukum?"

Loading...

"Belajar dari sekian banyak kasus di mana hewan peliharaan dihadirkan sebagai saksi, begitu pula kemungkinannya andai anjing tadi jika memang ia menyaksikan aksi kejahatan di dini hari itu," tambahnya.

Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu juga menyebut bahwa Brown juga bisa merupakan korban yang menderita trauma. Apalagi warga sekitar mengatakan anjing itu tampak menangis dan tak mau makan.

"Korban? Ya. Studi menyimpulkan hewan peliharaan juga bisa bersedih. Ambil contoh, simpanse bernama Flint. Sedemikian sedihnya, sampai-sampai dia menderita dan akhirnya meninggal dunia. Ilmuwan juga bilang, hewan bisa menderita penyakit mental," papar Reza.

Reza juga was-was jika anjing di TKP itu mengalami trauma karena berpisah dari si empunya untuk selamanya. Kondisi stress dan depresi juga bisa dialami hewan peliharaan, apalagi warga menyebut Brown tak mau menyentuh makanan dan minuman di depannya.

"Apalagi, sekian banyak orang di TKP mengatakan, anjing itu beberapa kali tampak berlinang air mata.Yang saya lihat, anjing itu sama sekali tidak menyentuh benda mirip makanan dan minuman yang diletakkan di hadapannya. Itu yang terlihat selama dua jam tadi malam dan tiga jam tadi siang," ucap Reza.

Kondisi Terkini Brown

Brown kini telah diserahkan kepada Organisasi Pecinta Hewan Goceng For Life (GFL). Salah satu perwakilan GFL yang bernama Joan didampingi polisi telah membawa Brown yang diduga menjadi saksi dari peristiwa berdarah itu.

Joan juga mengatakan jika anjing milik korban pembunuhan itu diambil untuk dirawat oleh pecinta hewan di organisasi mereka. Apalagi setelah majikannya tewas karena dibunuh, Brown terlantar. Ia bahkan tinggal di tanah yang sudah kotor, penuh dengan sisa makanan dan kotorannya sendiri.

"Cuma diambil untuk dirawat", kata Joan.

Jika dari keluarga korban ingin merawat kembali Brown, maka GFL akan mengembalikannya. Namun, jika tidak ada keluarga korban yang akan merawat anjing tersebut, GFL akan mencari seseorang yang bersedia mengadopsi anjing tersebut.

"Kalau memang tidak, kita akan cari adopter yang sayang, yang bisa menjadikannya keluarga", ungkap Joan.

Nantinya, anjing berbulu coklat itu akan tinggal di shelter Melati di Cinere, Jakarta Selatan.




Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-04-24 05:50