Hasni Diculik Selama 15 Tahun Oleh Dukun Tanpa Diketahui, Ini 9 Fakta Mengenai Penculikan Ini

Posted on 2018-08-07 13:37



Kejadian miris dialami oleh Hasni, wanita berusia 28 tahun. Wanita asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, ini menjadi korban penculikan seorang paranormal. Ia kehilangan masa remajanya lantaran diculik selama 15 tahun, semasa ia masih berusia 13 tahun. Menghilang selama 15 tahun, akhirnya Hasni ditemukan di sebuah gua (celah batu besar), lokasi yang tak lazim. Beruntung, wanita ini ditemukan dalam keadaan masih hidup namun menjadi korban pelecehan si dukun. Berikut fakta mengenai penculikan Hasni :

1. Diculik saat masih remaja

Hasni dikabarkan menghilang sejak tahun 2003. Saat itu ia masih berusia 13 tahun. Setelah 15 tahun berselang, Hasni ditemukan dalam keadaan hidup dalam celah batu besar. Polisi berhasil menemukan Hasni berkat keterangan keluarga korban.

“Kakak korban bernama Devi itu melapor ke polisi bahwa adiknya Hasni disembunyikan oleh laki-laki bernama Jago yang berprofesi sebagai dukun di desa itu.

Loading...

Anggota kami kemudian langsung bergerak berdasarkan informasi tersebut,” kata KapolresTolitoli AKBP M. Iqbal Alqudusy.

2. Ditemukan di celah batu

Hasni ditemukan di celah batuan besar di atas gunung. Saat ditemukan, Hasni dalam kondisi linglung. Kini ia tengah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Tolitoli. Karena linglung, Hasni minta dikembalikan ke celah batu tempatnya selama ini bersemayam.

"Kondisi terakhir Hasni masih linglung dan selalu minta dikembalikan ke gua (sela-sela) batu," kata M Iqbal melalui SMS, Minggu (5/8/2018).

Husni kini telah dibawa ke RSU Mokopindo Tolitoli untuk menjalani visum.

3. Jarak rumah Hasni dan pelaku sangat dekat

M Iqbal mengatakan, antara rumah korban dan pelaku hanya berjarak tiga rumah. Namun, entah kenapa keluarga korban baru mengetahuinya 15 tahun kemudian.

“Dulu orang tua korban pernah meminta bantuan dukun Jago untuk mencari anaknya.

Tapi kata sang dukun anaknya itu sudah pergi jauh entah ke mana,” kata Kapolres Iqbal.

4. Siasat pelaku

Menurut keterangan polisi, motif penculikan Hasni adalah untuk dijadikan tumbal perdukunan. Ayah korban, Makmun (63) sudah sering bertanya di mana keberadaan anaknya pada dukun Jago. Namun, pelaku hanya mengatakan anaknya sudah pergi jauh. Dukun Jago kini dijadikan tersangka atas kasus penculikan Hasni

"Menurut tersangka, motifnya, Hasni dipakai sebagai tumbal atau alat perdukunan untuk menghadirkan jin," lanjut M Iqbal.

Polisi kemudian menangkap pelaku dan membawa sejumlah barang bukti seperti parang, sesajen, dan tengkorak.

5. Pelaku adalah dukun tua

Kapolres Tolitoli, AKBP M Iqbal Alqudusy mengatakan, pelaku adalah pria bernama Jago (83). Menurut keterangannya, Jago merupakan paranormal di Bajugan.

"Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini," kata M Iqbal saat dihubungi Tribun-Video.com melalui sambungan telepon, Minggu (5/8/2018).

6. Barang bukti yang ditemukan

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari sela-sela batu tempat Hasni disembunyikan. Polisi pun mengamankan barang bukti berupa peralatan tidur, papan, bantal dari karung, parang, sesajen, dan tengkorak. Tengkorak ini tengah didalami Kepolisian, apakah tengkorak manusia atau hewan.

7. Minta dikembalikan ke Goa

Menurut keterangan M Iqbal, Hasni meminta dikembalikan ke goa tempatnya disembunyikan. 

"Kondisi terakhir Hasni masih linglung dan selalu minta dikembalikan ke goa (sela-sela) batu," kata M Iqbal, Minggu (5/8/2018).

Hasni bahkan menyebutkan nama jin yang ia percayai berada bersamanya di goa tersebut.

"Korban minta dikembalikan ke sana karena jin bernama Amrin menunggu yang bersangkutan," lanjutnya.

Pelaku sendiri kini telah dijerat Pasal berlapis UU No 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

8. Korban linglung

Sementara itu, korban telah dibawa ke RSU Mokopindo Tolitoli untuk menjalani visum. Ia juga mendapat pendampingan dan konseling dari psikolog Dinas Sosial.

"Kondisi korban linglung, tapi mampu menjawab pertanyaan, sementara masih didampingi psikolog Dinas Sosial," terang M Iqbal.

9. Pelaku dijerat pasal berlapis

Atas tindakannya, pelaku Jago dijerat pasal berlapis UU No 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Sementara itu, korban telah dibawa ke RSU Mokopindo Tolitoli untuk menjalani visum. Saat ini sudah beberapa saksi dimintai keterangan oleh polisi terkait kasus ini.




Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-04-28 00:15