Hasil Visum Audrey Keluar Tak Seperti Rumor Yang Ada, Ibu Audrey Menjerit Saat Melihat Kondisi Putrinya Kini

Posted on 2019-04-10 19:57



Seperti diketahui, tagar #JusticeforAudrey hingga kini masih mejadi bahan perbincangan. Kini terungkap hasil visum Audrey, siswi SMP Pontianak korban dugaan pengeroyokan 12 siswi SMA ini disampaikan Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir, Rabu (10/4/2019).

Hasil pemeriksaan visum ini dikeluarkan Rumah Sakit Pro Medika Pontianak, hari ini, Rabu (10/4/2019). Namun dari hasil visum tersebut ternyata berbeda dengan keterangan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah ( KPPAD), Tumbur Manalu. Kepolisian justru tak menemukan luka apapun seperti yang diberitakan selama ini dengan menyertakan

"Tiga teman DE melakukan kekerasan terhadap AU, dengan melakukan pem-bully-an, penjambakan rambut, penyiraman air, hingga membenturkan kepala korban ke aspal, dan menginjak perut AU," terang Tumbur.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak juga mengatakan korban mengalami penganiayaan fisik yang cukup parah.

Loading...

"Korban ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan di aspal," tambahnya

Bahkan, kata Eka, ada pengakuan bahwa perbuatan pelaku juga terjadi pada bagian organ intim korban hingga menimbulkan bekas luka. Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir menegaskan, dari hasil visum menujukkan tak ada bengkak di kepala korban. Kondisi mata korban juga tidak ditemukan memar. Penglihatan korban juga normal. Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, untuk telinga, hidung, tenggorokan (THT) tidak ditemukan darah. Terkait dada yang kabarnya ditendang, ternyata tidak ada bekas luka atau memar.

"Kemudian dada tampak simetris tak ada memar atau bengkak, jantung dan paru dalam kondisi normal," katanya.

Kondisi perut korban, sesuai hasil visum tidak ditemukan memar. Bekas luka juga tidak ditemukan.

"Kemudian organ dalam, tidak ada pembesaran," jelasnya.

Selanjutnya Kapolresta menyampaikan hasil visum alat kelamin korban.

Menurut Kapolresta, selaput dara tidak tampak luka robek atu memar. Anwar mengulangi pernyataannya terkait hal ini.

"Saya ulangi, alat kelamin selaput dara tidak tampak luka robek atu memar," tegasnya.

Hasil visum juga menunjukkan kulit tidak ada memar, lebam ataupun bekas luka. Namun, meski begitu, kondisi korban memang menderita depresi akibat trauma pengeroyokan tersebut.

"Hasil diagnosa dan terapi pasien, diagnosa awal depresi pasca trauma," ungkap Kapolresta.

Menanggapi perihal hasil visum tersebut, ibunda Audrey justru menjerit kesakitan melihat sang anak kini didera depresi dan trumatik yang cukup berat. Ibunda Audrey yang merupakan korban dugaan penganiayaan mengabarkan kondisi terkini putrinya. Terlihat dari tayangan tersebut, Audrey saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Menurut pengakuan ibunda korban, saat ini anaknya terlihat semakin depresi dan tertekan akibat penganiayaan yang ia alami.

"Sementara kondisi anak saya karena baru berani bicara dia dianiaya itu, sekarang semakin depresi tertekan traumatik psikisnya sudah terkena," ungkap ibunda korban.

Tidak hanya depresi, ibunda Audrey juga mengungkap bahwa sang putri mengalami kesulitan tidur karena kerap bermimpi buruk. Saking buruknya ingatan korban tentang kejadian tersebut, ia kerap berteriak ketakutan hingga menangis.

"Tadi juga sudah dikontrol oleh psikiaternya ibu Jojor, bahwa AU ini tidak bisa tidur. Dia itu selalu terbangun, terbangun dan teriak ketakutan. Dia ini tingkat stress-nya sudah trauma ya karena dia juga anak kecil," pungkas sang ibunda.

Terkait kasus tersebut, kuasa hukum keluarga korban, Fety Rahma Wardani bahwa pihak keluarga menolak tindak damai.

"Saat ini hukum tetap berjalan, prosesnya akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi pengadilan. Tidak ada kata damai." ucap Fety Rahma kepada awak media.

Lebih lanjut lagi hal ini dilakukan oleh pihak keluarga lantaran ingin memberikan efek jera kepada para pelaku. Terlebih lagi ketika mediasi yang dilakukan sebelumnya antara pihak korban dan pelaku dinilai gagal dan tak menghasilkan apapun.

"Karena media yang pertama kita gagal, kalau ada mediasi lagi, kita tak kan mediasi. Kasus ini tetap akan kita lanjutkan," pungkas kuasa hukum keluarga korban.




Loading...




Cerita Unik Lainnya