Gejala Kanker Ovarium Sering Disepelekan Dokter, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Posted on 2016-05-24 15:57



Para pakar mengingatkan agar petugas medis dan warga lebih mewaspadai gejala penyakit kanker ovarium. Lantaran dalam prakteknya gejala penyakit mematikan ini sering disepelekan dokter umum karena hanya dianggap sebagai konstipasi atau mulas biasa.

Ahli kanker kandungan, Dr. Robyn Sayer dari Rumah Sakit Royal Women di Sydney mengatakan dirinya prihatin dengan kecenderungan dokter umum yang kerap melewatkan gejala kanker usus sebagai gangguan perut biasa padahal itu bisa jadi adalah gejala kanker yang mematikan.

Gejala kanker ovarium dapat mencakup kembung, asam lambung, perasaan sebah dan sering buang air kecil dan sembelit.
 
"Gejala penyakit ini sifatnya memang sangat umum tetapi sangat penting dokter umum untuk lebih sering menganggapnya sebagai gejala serius yang mencurigakan dari kanker ovarium atau prognosis,” kata  Dr. Sayer.

"Banyak orang ketika diberitahu dokter bahwa kondisi mereka baik-baik saja,  mereka cenderung merasa tidak perlu lagi pergi memeriksakan kesehatannya ke dokter," katanya.
 
Karena kondisi inilah dia mendorong perempuan untuk lebih waspada ketika mengalami gejala potensial tersebut.

Kanker ovarium sering disepelekan.

Dr. Sayer mengatakan banyak sekali pasien wanita yang mengunjungi dokter dengan gejala seperti mulas yang berulang atau perut bengkak, tetapi kanker ovarium jarang dipertimbangkan.

Dia mengatakan gejala umum yang terus memburuk harus menjadi bendera merah bagi dokter untuk mencari penyebab keluhan itu di area lain.

Presiden Fakultas Royal Australia, Dr Liz Marles mengatakan gejala kanker ovarium dapat bersifat umum dan sulit untuk diidentifikasi.
 
"Hal-hal seperti kembung, rasa kenyang, merasa perut penuh padahal baru memulai makan, adalah  gejala yang sangat umum pada penderita kanker ovarium pada umumnya, sehingga bisa sangat sulit untuk mendiagnosa," katanya.
 
Dokter mengatakan tes skrining yang lebih baik mirip dengan pap smear atau tes darah dan prostat diperlukan.

Dr. Marles mengatakan jika gejala terus berlangsung pasien harus menjumpai kembali dokter mereka.

"Sebaiknya kunjungi dokter yang sama yang memeriksa anda terakhir kali sehingga mereka dapat membandingkan gejala Anda," katanya.

4 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker ovarium pada wanita bisa diawali dengan perasaan nyeri di daerah perut yang terkadang disalah artikan oleh banyak perempuan. Mereka menyangkan bahwa nyeri tersebut karena mereka akan mendapatkan haid atau sakit perut. Untuk lebih jelas dan mengetahui lebih jauh mengenai gejala yang tampak pada pengidap kanker ovarium sedikitnya ada tanda yang jelas dan bisa segera dilakukan check up jika terjadi pada Anda.

  • Daerah Perut Membengkak; Pada bagian perut akan terasa semakin membesar seperti sedang hamil padahal mungkin saja belum menikah sehingga tidak mungkin terjadi kehamilan. Atau jika merasa bagian perut seperti ada timbunan lemak sementara Anda bukan orang yang sering makan maka kondisi tersebut perlu dicurigai karena bisa saja itu adalah gejala awal dari kanker ovarium.
  • Nyeri di daerah perut; Perasaan nyeri pada daerah perut dan punggung bisa menjadi gejala lain dari kanker ovarium. Jika nyeri tersebut seringkali datang tanpa alasan maka segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya. Rasa nyeri tersebut akan lebih sakit dari pada nyeri ketika sedang datang bulan.
  • Terjadi Pendarahan; Jika kemudian terjadi pendarahan bukan pada masa datang bulan tanpa alasan, perlu diwaspadai sebagai tanda kanker ovarium dan sudah cukup parah.
  • Mengalami diare; Ciri lainya dari kanke rovarium ialah adanya gangguan pencernaan yang mengakibatkan diare dan juga merasa kenyang terus meskipun porsi makan hanya sedikit saja.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui secara pasti. Tetapi para pakar menduga terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas.
  • Faktor keturunan dan genetika. Risiko Anda untuk terkena kanker ovarium akan meningkat jika ada anggota keluarga kandung yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Begitu juga dengan pemilik gen BRCA1 dan BRCA2.
  • Terapi penggantian hormon estrogen, terutama yang jangka panjang dan berdosis tinggi.
  • Mengidap endometriosis.
  • Tidak pernah hamil.
  • Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun.
  • Menjalani proses pengobatan kesuburan.
  • Merokok.
  • Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

Pencegahan Kanker Ovarium

Karena penyebabnya yang belum diketahui, pencegahan kanker ovarium pun tidak bisa dilakukan secara pasti. Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker ini, terutama metode yang bisa menghentikan proses ovulasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil. Konsumsi pil kontrasepsi selama lima tahun terbukti dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga setengahnya.
  • Menjalani kehamilan dan menyusui.
  • Menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari obesitas. Contohnya, teratur berolahraga dan memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.

Jika Anda memiliki risiko kanker ovarium yang tinggi, operasi pengangkatan ovarium dan tuba falopi sebelum terkena kanker juga dapat dilakukan untuk meminimalisasi risiko Anda. Prosedur ini biasanya dianjurkan pada usia 35 hingga 40 tahun atau saat Anda memutuskan untuk tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Jangan Abaikan Gejala Yang Mencurigakan

Tanda dan gejala kanker ovarium bisa dimulai dengan adanya perubahan pada tubuh Anda dimulai dari daerah perut kemudian juga akan terasa pada pinggang, punggung, dan bagian lainnya. Tidak jarang juga akan terjadi penurunan berat badan yang drastis. Hal tersebut perlulah diperhatikan dan tidak diabaikan karena jika terjadi sesuatu yang tidak baik maka tubuh akan merespon dengan memberikan tanda tanda kepada Anda.

Kanker ovarium termasuk kanker yang berbahaya dan dapat mengurangi usia hidup bahkan merenggut nyawa seorang wanita. Untuk itu, perlu diwaspadai jika terjadi gejala kanker ovarium seperti di atas maka harus segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui kejadian dan penyebab sebenarnya. Ubah kebiasaan buruk terutama dari makanan yang mengandung banyak karsinogen.










Cerita Unik Lainnya