Fakta Soal Aliran Pengikut Setan Yang Suntik Buah Pisang Dengan Darah Berisi Virus HIV

Posted on 2018-10-24 19:40



Media sosial menjadi media di mana banyak informasi dibagikan dan disebarkan oleh banyak orang. Seperti yang tengah viral belakangan ini mengenai informasi bahaya pisang yang memiliki bercak-bercak merah. Disebutkan jika warna bercak-bercak merah itu berasal dari darah yang mengandung virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Darah dengan HIV disebut sengaja disuntikkan oleh sekelompok orang dengan tujuan membunuh jutaan orang di seluruh dunia. Disebutkan juga bahwa itu adalah praktik dari aliran satanisme.

Salah satu akun yang mengunggah informasi itu adalah akun Facebook dengan nama Cahaya Surga. Akun tersebut mengunggah gambar sebuah pisang yang disuntik dengan suatu cairan dan memiliki bercak merah saat dikupas.

Unggahannya itu pun viral, telah dibagikan sebanyak lebih dari 11 ribu kali serta telah dikomentari sebanyak 732 kali di Facebook, walaupun sebagian besar komentarnya bernada tidak percaya akan klaim tersebut.

Loading...

Fakta

Setelah ditelusuri, isu pisang mengandung darah HIV ini sudar beredar sejak lama. Pada tahun 2015, isu ini ramai dibicarakan di luar negeri, hingga akhirnya isu ini turut menyebar ke Indonesia.

Sejak isu ini beredar, telah banyak yang menyanggah kebenaran isu ini. The Washington Post meliput isu ini dalam artikelnya yang dimuat pada 13 November 2015. Diketahui, foto pisang dengan bercak merah tersebut pertama kali diunggah di Facebook pada 7 November 2015 oleh seorang ibu di Colorado.

Foto tersebut pun disebarkan kembali oleh pengguna Facebook lainnya dengan narasi bahwa bercak merah pada pisang itu adalah darah penderita HIV yang sengaja disuntikkan.

Del Monte sebagai perusahaan penyuplai pisang tersebut pun mengklarifikasi bahwa bercak merah pada pisang tersebut merupakan kondisi alami yang disebut mokillo, penyakit yang terjadi saat bakteri masuk ke dalam buah dan menyebabkan bagian tengahnya menjadi merah gelap.

Tidak Berbahaya

Menurut Canadian Food Inspection Agency, ada beberapa penyebab buah mengalami bercak merah. Pertama, nigrospora yang merupakan penyakit jamur yang menyebabkan bagian tengah pisang menjadi merah tua. Nigrospora dapat menginfeksi buah di daerah beriklim tropis di mana pisang banyak tumbuh. Kedua, ada mokillo dan moko yang merupakan penyakit bakteria yang juga dapat menimbulkan bercak merah pada pisang.

Walaupun penampilannya tidak menarik, penyakit buah tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, namun jika ragu-ragu, buah dapat dibuang atau dijadikan kompos.

HIV Tidak Menular Lewat Makanan

Informasi keliru itu juga tidak sesuai dengan fakta virus HIV yang tidak dapat bertahan di luar tubuh manusia. Menurut The Centers for Disease Control milik Departemen Kesehatan AS, HIV tidak dapat tertular dari mengkonsumsi makanan yang dipegang penderita HIV. Bahkan jika makanan tersebut mengandung sedikit darah dari penderita, paparan udara, panas dari memasak, dan asam lambung dapat menghancurkan virusnya.

Meskipun sangat jarang, HIV dapat disebarkan dengan mengonsumsi makanan yang telah dikunyah oleh orang yang terinfeksi HIV. Kontaminasi terjadi ketika darah yang terinfeksi dari mulut pengasuh bercampur dengan makanan sambil mengunyah. Kasus-kasus yang diketahui terjadi di kalangan bayi.

Kesimpulan

Dari hasil penelusuran di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi viral tentang pisang yang disuntik dengan darah penderita HIV adalah tidak benar. Bercak merah pada pisang dapat terjadi karena penyakit jamur maupun bakteria.

Seperti diketahui, virus HIV sendiri tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia, sehingga tidak dapat dengan mudah ditularkan melalui makanan.




Loading...




Cerita Unik Lainnya