Efek Buruk Alkohol Untuk Sistem Syaraf

Posted on 2016-04-28 00:11



Sistem syaraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem syaraf perifer terdiri dari sistem saraf otonom dan somatik. Keduanya membantu setiap bagian dari tubuh untuk berkomunikasi satu sama lain, sehingga mengkoordinasikan semua aktivitas tubuh secara sistematis.

Alkohol adalah obat bius dan obat penenang yang kuat. Diistilahkan sebagai sistem-penekan, alkohol tidak membantu dalam menyingkirkan depresi, melainkan eskalasi kondisi lebih jauh. Konsumsi alkohol yang berlebihan memberi pengaruh buruk pada kesehatan. Tapi sebenarnya bagaimana cara alkohol mempengaruhi sistem saraf? Itulah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Alkohol mempengaruhi otak dengan membuat  jumlahnya meningkat dalam tubuh. Serotonin, neurotransmitter, membantu dalam mentransfer pesan dari otak ke bagian-bagian lain dari tubuh, dan berhubungan erat dengan depresi. Tingkat serotonin yang tinggi pada otak membuat tubuh kecanduan akan mengonsumsi alkohol. Hal ini yang mengakibatkan banyak orang-orang mengonsumsi alkohol dengan harapan membantu mengatasi depresi dan stress. Asumsi ini memberikan sebuah pemahaman bahwa dengan mengonsumsi alkohol adalah satu-satunya cara dimana seseorang dapat melampiaskan depresi dan stress.

Alkohol juga mempengaruhi reseptor glutamate sehingga mengurangi tingkat aktifitas seseorang sehari-harinya.  Hal ini berimbas pada hilangnya sebagian ingatan, kesalahan dalam berbicara, dan ketahanan tubuh yang semakin lemah. 

Loading...

Alkohol mengisi kandung kemih dengan cepat. Seseorang dalam keadaan mabuk menjadi ceroboh, sehingga peregangan kandung kemih menyebabkan aliran balik urin ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan infeksi ginjal dan kerusakan setelahnya. Selain itu, alkohol memperlambat fungsi sistem otak, gerakan, penglihatan dan pendengaran seseorang.

Alkohol beresiko negatif bagi kesehatan seseorang. Konsumsi dalam jumlah besar dapat mematikan. Oleh karena itu, sebelum minum, selalu ingat kata-kata ini, Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Semoga bermanfaat.


Loading...




Cerita Unik Lainnya