Berani Banting Motor Kesayangan Pacar Di Depan Polisi, Ternyata Motornya Hasil Curian

Posted on 2019-02-09 19:09



Adi Saputra telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka usai banting motor di depan polisi dan pacarnya. Pemuda penjual kopi di Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat perdagangan motor gelap.

Hal itu terungkap saat pihak Kepolisian Resort Tangerang mendalami pelanggaran yang dibuat Adi Saputra melawan arus lalu lintas. Usut punya usut, di balik aksi sok jagoan merusak motor bernomor polisi B-6382-VDL, ternyata motor matik Honda Scoopy yang dikendarainya itu dari hasil perdagangan gelap.

Sepeda motor yang dirusak di depan polisi dan pacarnya itu diketahui bernomor STNK palsu. Tak hanya itu, motor yang dikendarai Adi diketahui didapat dari hasil pembelian hasil curian. Akibatnya, pemuda 20 tahun itu ditetapkan menjadi tersangka sebagai penadah motor gelap.

Loading...

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan membenarkan jika yang bersangkutan dijerat dengan pasal berlapis. Selain disangkakan dengan pasal pelanggaran lalu lintas, Adi pun dijerat pasal pidana. Dari mulai pasal pemalsuan dokumen STNK, perusakan barang bukti, hingga pasal pidana penadah barang-barang ilegal.

“Motor yang dalam penguasaan tersangka itu patut diduga hasil tindak pidana penipuan atau penggelapan oleh tersangka D yang saat ini dinyatakan sebagai DPO,” ujar Kapolres melalui keterangan tertulisnya, Jumat (8/2).

"Motor itu ternyata dikuasasi tersangka dan mengaku didapat dibeli lewat informasi di Facebook," tambah Ferdy.

Ferdy menjelaskan, tersangka D diketahui menjual motor tersebut kepada Adi tetapi tanpa seizin pemilik kendaran yang sah. Motor tersebut merupakan motor milik Nur Ichsan yang sedang digadai kepada D.

Selanjutnya, Adi membeli motor tersebut kepada D dengan bertransaksi COD. Akan tetapi, motor yang dibeli Adi itu terpasang pelat nomor polisi tidak resmi (palsu) B-6395-GLW. D pelat nomor yang terpasang sesuai STNK yaitu B 6382 VDL.

"Pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya itu dipasang oleh tersangka (Adi) setelah proses transaksi melalui COD. Yang mana pelat nomor tidak sesuai," tambah Ferdy.

"Motor itu ternyata dikuasasi tersangka dan mengaku didapat dibeli lewat informasi di Facebook," tambah Ferdy.

Ferdy menjelaskan, tersangka D diketahui menjual motor tersebut kepada Adi tetapi tanpa seizin pemilik kendaran yang sah. Motor tersebut merupakan motor milik Nur Ichsan yang sedang digadai kepada D.

Selanjutnya, Adi membeli motor tersebut kepada D dengan bertransaksi COD. Akan tetapi, motor yang dibeli Adi itu terpasang pelat nomor polisi tidak resmi (palsu) B-6395-GLW. D pelat nomor yang terpasang sesuai STNK yaitu B 6382 VDL.

"Pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya itu dipasang oleh tersangka (Adi) setelah proses transaksi melalui COD. Yang mana pelat nomor tidak sesuai," tambah Ferdy.




Loading...




Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-04-23 18:15