Atlet Mifthahul Jannah Tolak Lepas Hijab, Ustaz Adi : Anda Adalah Atlet Akhirat

Posted on 2018-10-09 15:03



Nama Miftahul Jannah menjadi perbincangan dalam laga Asian Paragames. Atlet judo penyandang disabilitas ini memutuskan untuk menolak melepas jilbab yang membalut kepalanya, ia pun didiskualifikasi lantaran hal ini. Penyebabnya ada aturan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa atlet tidak boleh mengenakan jilbab. Lantaran berpegang teguh untuk tak melepaskan hijab, ia pun didiskualifikasi.

"Dia mendapatkan diskualifikasi dari wasit karena ada aturan wasit dan aturan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa pemain tak boleh menggunakan hijab dan wajib melepas saat bertanding," ujar penanggung jawab judo Asian Para Games 2018, Ahmad Bahar.

Kendati namanya dicoret, Miftahul Jannah mengaku berlapang dada. Ia rela tidak mengikuti laga impiannya itu daripada harus melepaskan jilbab.

"Saya rela dicoret, daripada harus melepaskan jilbab," ujar Miftahul Jannah seperti disampaikan kembali oleh Wakil Ketua I KONI Abdya, Alamsyah kepada melalui pesan Whatsapp, Senin (8/10/2018).

Loading...

Miftahul Jannah, kata Alamsyah, berpegang teguh bahwa jilbab adalah peneduh dan pelindung kaum hawa. Ia pun mengaku lebih bangga terlihat hebat di mata Allah daripada di mata dunia.

"Setidaknya, saya telah mampu mengendalikan diri saya, agar hebat di mata Allah SWT," ungkapnya.

Insiden didiskualifikasinya Miftahul Jannah kemudian menjadi sorotan para pengguna media sosial. Banyak dari mereka yang mengaku salut terhadap keputusan Miftahul Jannah. Netizen menganggap atlet asal Aceh itu sebagai juara sejati. Hal senada juga disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat.

Dalam sebuah video pernyataan yang beredar di YouTube, Ustaz Adi mengatakan bahwa ia akan menghadiahi Miftahul Jannah berupa tiket umrah ke Tanah Suci Mekkah.

"Saya dengan segala kerendahan hati, insha Allah kami akan menghadiahkan bagi Adinda tiket untuk menunaikan ibadah umrah," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Tiket yang diberikan rupanya tidak hanya satu, melainkan tiga. Dua tiket tambahan itu diprioritaskan untuk orang tua Miftahul Jannah.

"Bila pun, wallahualam, ada atau tidak orang tua Anda, Anda bisa memilih dua di antara pendamping untuk bisa mendampingi menunaikan ibadah umrah," kata Ustaz Adi.

"Selamat, jilbab itu yang mengantarkan Anda ke Mekkah, bukan karena hal lain atau segala yang saya sampaikan pada saat ini," tambahnya.

Ustaz Adi pun melemparkan pujian untuk keteguhan hati Miftahul Jannah dalam menjaga jilbab. Menurutnya, Miftahul Jannah adalah seorang atlet akhirat.

"Dengan kekuatannya menjaga jilbab, Anda adalah atlet akhirat bukan sekadar atlet dunia," ujarnya.

"Saya harap bahwa jilbab itu bisa Anda kenakan dengan kebanggaan di hadapan Allah SWT," tambahnya.

Menurut Ustaz Adi, pertandingan terbesar bukanlah menaklukkan lawan saat laga judo, melainkan bagaimana mengalahkan nafsu.




Loading...




Cerita Unik Lainnya