Alami Ketidakadilan, Rumah Dipagar Tetangga Dan Hanya Bisa Keluar Lewat Celah Sangat Sempit

Posted on 2018-09-25 19:30



Kasus rumah Eko Purnomo di Bandung membuat banyak orang ikut merasa prihatin. Rumah Eko terkepung oleh rumah tetangganya hingga tak ada akses keluar. Untungnya kasus ini diselesaikan dengan baik, dengan memberikan Eko sedikit akses berupa gang sempit untuk akses keluar.

Keluarga Siti Khotijak (35) bernasib hampir serupa. Akibat ditutup pagar oleh tetangganya, ia dan keluarga tak leluasa keluar masuk rumah. Akses keluar hanya berupa celah sempit di antara pagar dan tembok rumah kakaknya.

Pagar setinggi 2 meter itu menutup bagian depan rumah Khotijah sejak akhir Juni 2018. Pagar itu dibangun oleh Seger (61), tetangga Khotijah di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Akibatnya, akses yang tersisa bagi keluarga Khotijah hanya celah sempit antara pagar yang dibangun Seger dengan tembok rumah kakak Khotijah, Sri Utami. Jangankan untuk membawa kendaraan, untuk berjalan kaki saja harus dengan memiringkan badan.

Loading...

"Terpaksa saya bobol rumah kakak saya untuk keluar-masuk rumah," kata Khotijah kepada wartawan di rumahnya, Selasa (25/9/2018).

Rumah Khotijah dan kakaknya, dulunya memang menyatu. Rumah warisan orang tuanya itu dipisah menjadi dua bagian sejak Khotijah sudah menikah dengan Abdul Karim (40). Ibu satu anak ini pun menempati bagian belakang rumah.

"Sejak ditutup pagar, saya nitip kendaraan di rumah kakak saya. Keluar masuk lewat dapur rumah kakak saya," terangnya.

Khotijah mengaku berusaha mencari keadilan atas nasib rumahnya yang tanpa akses. Namun, pihak Pemerintah Desa Sudimoro justru cenderung membela Seger. Pembangunan pagar itu dianggap legal lantaran dibangun di atas tanah milik Seger sendiri.

"Ternyata Pak Carik (Sekdes) bilang tanah itu milik Pak Seger. Katanya beli, tapi ditanya surat jual beli tak bisa menunjukkan. Kan penyerobotan," tandas Khotijah.




Loading...




Cerita Unik Lainnya